Barang-Tahan-Banting

Barang Tahan Banting

Barang yang saya miliki sangat sedikit. Tidak banyak. Alasannya karena saya merasa risih bila memiliki banyak barang. Dan harus memperhatikannya semua satu persatu.

Padahal aktivitas harian lumayan banyak.

Maka solusinya supaya saya tidak dipusingkan dengan banyaknya barang adalah dengan memilihnya secara selektif. Barang apa sajakah yang dapat saya gunakan secara luwes. Yang dimaksud dengan luwes ini adalah dapat digunakan di berbagai situasi. Dan, barang apa sajakah yang sekiranya akan awet.

Kriteria barang awet itu bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah tahan banting. Setidaknya tidak langsung pecah jika tak sengaja jatuh satu atau dua kali.

Ngomong-ngomong soal tahan banting, aturan ini wajib ada pada alat minum saya. Pokoknya wajib. Saya sering merasa jengkel bila tiba-tiba gelas minum saya tersepak tangan atau kaki saya sendiri lalu tumpah atau malah pecah.

Kejadian seperti itu sudah sering. Misalnya ketika saya sedang bekerja di depan laptop lalu beranjak dari tempat maka bisa saja saya akan menyampar gelas.

Setelah jengah dengan kejadian seperti ini yang terus berulang maka akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan botol minum.

Botol minum yang ada tutupnya. Jadi paling tidak kalau botolnya jatuh maka ia tak akan pecah.

Namun memilih botol minum yang tahan banting tentu menjadi persoalan baru. Tak banyak botol minum yang awet setelah terjatuh. Saya pun sering gonta ganti botol minum.

Sampai akhirnya pilihan berujung pada botol Nalgene. Botol ini terkenal akan durabilitynya yang luar biasa. Banyak yang sudah membuktikannya. Video tesnya pun juga banyak di Youtube.

Anda juga dapat membaca artikel ini: Kesan Pertama Botol Nalgene Wide Mouth

Dan memang benar. Selama menggunakannya pun saya sering menjatuhkannya secara tidak sengaja. Kebanyakan karena tersenggol atau salah menaruh tempat.

Yah. Awalnya sih memang terasa sayang beli botol minum aja kok sampai keluar uang ratusan ribu. Tapi kalau memang luwes dan awet. Kenapa tidak?

Tinggalkan komentar