Cara Memilih Reksadana

Cara Memilih Reksadana Terbaik Untuk Pemula

Sebelum kamu mempelajari cara memilih reksadana terbaik untuk pemula, maka ada baiknya kamu mempelajari seluk-beluk reksadana terlebih dahulu supaya kamu dapat memilih produk reksadana yang sesuai dengan tujuanmu.

Ibaratnya kamu akan menitipkan uang kepada seseorang untuk dikelola. Maka profil orang tersebut dan kemana uangmu akan diinvestasikan harus jelas.

Berkat kemajuan teknologi dan informasi, kini berbagai platform reksadana dapat diakses dan digunakan dengan sangat mudah. Salah satu platform investasi reksadana yang bisa kamu gunakan adalah Bareksa.

Reksadana merupakan sarana investasi yang mengumpulkan dana dari masyarakat untuk selanjutnya dikelola oleh Manajer Investasi di dalam Portofolio Efek.

Ada tiga hal yang terkait dari definisi tersebut yaitu :

  • Pertama, adanya dana dari masyarakat pemodal.
  • Kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek.
  • Ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.

Dengan demikian, dana yang ada dalam reksadana merupakan dana bersama para pemodal. Sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola modal tersebut.

Secara umum, reksadana dibagi menjadi empat jenis yakni :

  • Reksadana Pasar Uang
  • Reksadana Pendapatan Tetap
  • Reksadana Campuran
  • Reksadana Saham

Nah, tujuan investasi kamu nantinya akan menentukan jenis reksadana yang akan kamu pilih. Apakah lebih cocok menggunakan Reksadana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Campuran, atau Saham. Kenapa bisa begitu? Ya karena jenis reksadana tersebut dibedakan berdasarkan oleh portofolio investasinya.

Cara Memilih Reksadana Terbaik Untuk Pemula :

1. Memilih Reksadana Berdasarkan Tujuan Investasi

Ada baiknya kamu bertanya kepada dirimu sendiri tentang tujuan yang ingin kamu capai dari berinvestasi di reksadana. Apakah untuk membeli smartphone, rumah, atau untuk menyiapkan dana pensiun.

Hal ini penting karena dengan mengetahui tujuan investasi maka kamu dapat memilih jenis reksadana yang sesuai. Selain itu kamu juga akan termotivasi dalam menyisihkan uang karena memiliki tujuan yang jelas.

Saya akan mengambil contoh Reksadana Pasar Uang. Reksadana ini melakukan investasi 100% dananya pada instrumen pasar uang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Karena instrumen investasinya hanya berupa utang di pasar uang dengan jatuh tempo yang pendek. Otomatis reksadana ini memiliki keuntungan yang kecil dan tidak cocok untuk investasi jangka panjang. Namun benefitnya, Reksadana ini paling aman di antara jenis reksadana lainnya.

Sebagai contoh : Kalau kamu hendak membeli laptop baru dengan jangka waktu menabung selama 1 tahun maka jenis Reksadana yang paling cocok adalah Reksadana Pasar Uang.

Kalau kamu hanya ingin menabung selama 1 tahun namun malah memilih produk Reksadana Saham maka resikonya terlalu besar. Karena bisa saja dalam setahun pertama harga saham sedang turun drastis. Bahkan bisa minus sekian puluh persen.

Ini nih yang sering menjadi kesalahan orang-orang berinvestasi di Reksadana. Karena kebutuhan dan jenis produk yang dipilih ternyata tidak sesuai.

Tetapi bila kamu ingin mempersiapkan tabungan di hari tua maka Reksadana Saham adalah pilihan paling tepat. Meskipun pergerakannya terlalu fluktuatif namun grafiknya akan terus naik kok. Apalagi kalau dinikmati dengan jangka waktu 10 tahun ke atas. Keuntungannya bisa berkali-kali lipat daripada jenis Reksadana lainnya.

2. Memilih Reksadana Berdasarkan Informasi dan Kinerja Reksadana

Bila jenis Reksadana sudah kamu tetapkan maka selanjutnya kamu harus memilih Produk Reksadana. Misalnya jenis Reksadana Pasar Uang memiliki sekitar 40 produk Reksadana, salah satunya adalah Syailendra Dana Kas.

Untuk menentukan mana yang terbaik, kamu harus memperhatikan grafik kinerja reksadana tersebut selama kurang lebih 3 sampai 5 tahun. Kemudian lihatlah tren nya. Apakah kecenderungannya meningkat atau menurun.

Cara Memilih Reksadana Terbaik Untuk Pemula
reksadana dengan kecenderungan turun

Sebuah produk reksadana yang memiliki kecenderungan menurun tentunya bukan pilihan yang tepat.

3. Umur Produk Reksadana

Umur produk suatu reksadana tidak dapat dijadikan acuan mutlak apakah kedepannya reksadana tersebut bagus. Tapi paling tidak produk reksadana yang telah berumur lama biasanya telah teruji kinerjanya dalam masa-masa sulit sekalipun.

Cara Memilih Reksadana Terbaik Untuk Pemula
contoh reksadana dengan umur lama

Namun sayangnya produk reksadana yang berumur lama biasanya cenderung memiliki harga yang cukup mahal karena telah memiliki Nilai Aktiva Bersih (NAB) atau harga per unit yang tinggi.

4. Manajer Investasi

Ingatlah kembali bahwa reksadana merupakan instrumen investasi yang dikelola oleh manajer investasi. Artinya kamu tidak perlu turun langsung untuk melakukan pengelolaan alokasi dana investasi karena semuanya telah diurus oleh manajer investasi tersebut.

Oleh karena itu rekam jejak yang baik dan profesional dari perusahaan yang bertindak sebagai manajer investasi itu penting.

5. Manajemen Fee

Karena manajer investasi telah berjasa dalam melakukan pengelolaan dana untuk mendapatkan profit maka manajer investasi juga berhak meminta timbal balik.

Cara Memilih Reksadana Terbaik Untuk Pemula
contoh management fee reksadana

Dalam hal ini ada biaya manajemen fee yang dibebankan ke kamu. Seperti biaya pembelian, biaya penjualan, dan biaya pengelolaan. Pastikan biaya-biaya tersebut telah kamu kalkulasi dengan baik.

Kesimpulan

Itu saja cara memilih reksadana terbaik untuk pemula yang bisa saya bagikan. Pesan penting ketika kamu baru memulai berinvestasi di Reksadana adalah :

Jangan terlalu ambisius

Tanamkan mindset dalam diri kamu bahwa Reksadana adalah instrumen untuk menginvestasikan uangmu, bukan sebagai sumber pendapatan utamamu. Sehingga kamu bisa lebih santai dan konsisten dalam menjalankannya.

Tinggalkan komentar