Belajar SEO On Page

Cara Optimasi SEO On Page Untuk Pemula

Cara Optimasi SEO On Page merupakan sebuah proses atau tindakan untuk mempengaruhi tingkat visibilitas website di dalam mesin pencarian ( search engine) yang semua variabelnya langsung berada di dalam website itu sendiri.

Kalau kamu bisa konsisten menjaga kualitas variabel-variabel dari SEO On Page tersebut, maka tentunya website kamu akan semakin disayang oleh Google.

Ada banyak sekali variabel-variabel yang perlu diperhatikan. Saya akan berusaha menyampaikannya secara komprehensif dan tetap mudah untuk dipahami.

Cara Optimasi SEO On Page Untuk Pemula :

1. Riset Keyword

Supaya konten kamu mendapatkan trafik yang tinggi tentunya kamu juga harus memilih kata kunci yang memiliki pencarian yang tinggi juga. Berdasarkan tingkat pencariannya maka keyword bisa digolongkan menjadi 2 jenis yaitu :

  • Head keyword
  • Tail keyword

Head keyword bisa diartikan sebagai keyword kepalanya, sedangkan Tail keyword adalah turunannya. Saya akan mengambil contoh keyword “Wisata di Gunung Kidul”. Head keywordnya adalah “Wisata” sedangkan Tail keywordnya adalah “Gunung Kidul”.

Head keyword masih bersifat sangat umum sehingga kamu akan memiliki banyak sekali saingan jika hanya menggunakan Head keyword saja. Oleh karena itu kamu perlu menggunakan keyword yang lebih spesifik lagi. Misal “Wisata di Gunung Kidul Untuk Menikmati Sunset Dari Ketinggian”.

Nah keyword “Wisata di Gunung Kidul Untuk Menikmati Sunset Dari Ketinggian” ini merupakan Long Tail KeywordSemakin spesifik keyword kamu tentunya kompetitor kamu juga semakin sedikit.

Namun perlu diperhatikan bahwa Long Tail Keyword tidak harus berupa keyword yang memiliki panjang 3 kata atau lebih dari 3 kata. Long Tail Keyword lebih memiliki arti sebagai keyword yang spesifik. Coba kamu bandingkan antara “Cara Daftar Facebook” dan “Kuntjara”. Manakah yang berupa Long Tail Keyword ?

Mungkin cara optimasi SEO On Page ini terbilang rumit. Namun tidak ada salahnya kamu terus mencoba terus menerus sampai jago.

2. Gunakan LSI Keyword

LSI (Latent Sematic Indexing) keyword merupakan keyword yang berhubungan dengan keyword utama di dalam sebuah konten. Kerap juga disebut dengan sinonim dari keyword utama.

Kamu memang perlu untuk menggunakan keyword utama secara berulang kali di dalam sebuah konten. Namun bukan berarti secara berlebihan sebab Google akan menganggap konten kamu sebagai spam.

Oleh karena itu kamu dapat menggunakan LSI keyword (keyword sinonim) yang masih memiliki makna mirip dengan keyword yang kamu target.

Kamu perlu untuk menggunakan keyword mirip karena tidak semua orang menggunakan satu kunci yang sama persis. Orang-orang tentunya menggunakan berbagai variasi kata kunci untuk mencari sebuah topik. Nah variasi kata kunci inilah yang disebut dengan LSI keyword (keyword sinonim).

3. Judul Konten Yang Menarik

Ketika seseorang mencari sebuah konten di Google, hal pertama yang ia lihat tentunya judul konten yang menurutnya menarik. Dan sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu judul konten merupakan garda terdepan dan sangat berperan penting untuk memikat pengunjung.

Buatlah judul konten yang menarik, singkat jelas, dan merepresentasikan dengan tepat tentang konten yang kamu tulis.

4. Permalink Yang Singkat dan Jelas

Permalink merupakan URL atau alamat dari konten kamu. Nah permalink yang baik tentunya permalink yang singkat dan jelas. Jangan panjang-panjang. Yang terpenting di dalam permalink tersebut memuat keyword konten kamu.

Misal keywordnya adalah cara memulai bisnis online, maka saya bisa membuat permalink menjadi 2 versi seperti ini :

  1. kuntjara.com/cara-memulai-bisnis-online
  2. kuntjara.com/bisnis-online

Pada versi pertama, saya menggunakan seluruh keyword, dan pada versi kedua saya hanya menggunakan sebagian keywordnya saja. Itu tak masalah.

5. Theme Yang SEO Friendly

Ini merupakan cara optimasi seo on page yang penting. Seringkali para pemilik website mementingkan tampilan yang menurutnya bagus. Tetapi ia tidak memperhatikan apakah theme tersebut sudah sesuai dengan selera Google atau belum. Mungkin antara tidak peduli, atau bahkan tidak tahu akan hal itu.

Untuk mengetahui sebuah theme sudah SEO Friendly atau belum, maka setidaknya kamu harus tahu ilmu dasar tentang pemrograman HTML5. Lalu selanjutnya kamu bisa mengecek apakah theme yang kamu pilih sudah menggunakan teknologi HTML5 secara menyeluruh atau belum.

6. Theme Yang Responsif

Yang dimaksud dengan Theme yang Responsif adalah theme yang kompatibel dengan semua perangkat device. Baik itu PC, tablet, maupun mobile. Dan website kamu bisa berjalan dengan baik dan responsif.

Kamu harus jeli dalam memilih theme. Pastikan kamu juga mengeceknya dengan browser yang ada di perangkat mobile. Sebab Google kini telah menerapkan aturan Mobile First Indexing yang menuntut website supaya mobile friendly.

Bila website versi mobile kamu menghasilkan performa yang buruk maka kemungkinan besar akan berpengaruh pada kualitas SEO website secara keseluruhan.

7. Kecepatan Website

Kecepatan Website juga perlu diperhatikan. Bayangkan saja bila kamu sedang mengakses suatu website, namun page load yang dibutuhkan adalah 10 detik.

Alih-alih untuk lanjut melihat halaman-halaman lain di website tersebut. Kamu pasti langsung ilfeel dan lebih memilih untuk menutup halaman.

Kalau dari awal saja pengunjung sudah malas, maka sudah pasti website akan sepi pengunjung dan pengunjung tidak betah beralama-lama di sana.

Kamu bisa mengetahui standar kecepatan website yang bisa dicek di platform resmi Google yaitu PageSpeed Insight, atau bisa juga menggunakan platform lain yaitu GT Metrix.

Kamu bisa belajar tentang bagaimana cara meningkatkan kecepatan WordPress di sini :

Cara Meningkatkan Kecepatan WordPress Supaya Ngacir

8. Konten Yang Berkualitas

Algoritma Google terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Dan kini pun Google juga sudah bisa membaca konten.

Salah satu yang disorot oleh Google adalah konten yang mengandung informasi yang berkualitas dan komprehensif dalam membahas sebuah tema.

Konten yang berkualitas tentunya akan menyenangkan pengunjung dan juga menyenangkan Google.

Kalau pengunjung merasa dimanjakan oleh konten-konten yang kamu buat, tentunya ia akan sering mampir dan betah berlama-lama di website mu. Bahkan mereka dengan sukarela mau membagikan konten kamu ke social media tanpa kamu minta.

Kalau sudah begitu, Google pasti akan mendapat sinyal bahwa konten kamu layak untuk mendapat prioritas di halaman terdepan.

9. Optimasi Gambar

Bila kamu ingin menambahkan beberapa gambar ke dalam konten, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, pastikan ukuran gambar tidak terlalu besar. Karena itu akan sangat berpengaruh ke kecepatan page load konten kamu. Kamu harus memperkecil ukuran gambar. Setidaknya ukuran sebuah gambar tidak lebih dari 100kb.

Kedua, namai file gambar sesuai dengan keyword yang kamu target. Hal ini berguna supaya konten kamu juga bisa ditemukan melalui Google Image Search dengan keyword yang kamu target.

Ketiga, ubah alt text sesuai dengan keyword yang kamu target. Alt text atau alternative text ini berfungsi untuk membantu Google dalam mengidentifikasi topik dalam konten tersebut. Selain itu alt text juga memudahkan gambar untuk tampil di Google Image Search. Jika dalam sebuah konten terdapat beberapa gambar maka kamu bisa menggunakan keyword turunan di dalam alt text nya.

Alt Text Seo On Page
Alt Text Seo On Page

10. Keyword di Paragraf Pertama

Kamu bisa mencontoh Wikipedia yang selalu menempatkan keyword di paragraf pertama, bahkan di awal paragraf. Wikipedia juga tidak lupa menggunakan bold text.

Wikipedia SEO On Page
Wikipedia SEO On Page

Penempatan keyword di paragraf pertama dan di awal paragraf ini dimaksudkan untuk memberi penekanan mengenai apa yang hendak kamu sampaikan di konten tersebut.

11. Perhatikan Panjang Konten

Jumlah kata dalam konten juga perlu untuk diperhatikan. Sebenarnya tidak ada angka pasti mengenai jumlah kata yang harus dipenuhi di dalam sebuah konten. Sebab ketentuan jumlah kata selalu berbeda tergantung keyword yang kamu target dan konten milik kompetitor lain.

Bisa saja dalam sebuah keyword hanya membutuhkan konten dengan 300 kata, namun untuk keyword yang lain membutuhkan setidaknya 1000 kata.

12. Internal Link Yang Relevan

Internal link merupakan link yang mengarah ke konten lain di website kamu. Hal ini akan memudahkan pengunjung untuk berpindah dari satu konten ke konten lainnya di website kamu. Dan akhirnya membuat pengunjung betah untuk menyusuri setiap konten yang kamu sajikan.

Lagi lagi kamu bisa mencontoh Wikipedia yang memiliki jutaan konten namun setiap kontennya selalu terhubung dengan konten lainnya yang relevan. Hal inilah lantas yang membuat Wikipedia menjadi situs yang terpercaya dan lengkap.

Google lebih mengutamakan website yang kontennya saling berhubungan. Oleh karena itu dengan adanya internal link maka kamu bisa menunjukkan hubungan antar konten di website kamu.

Penjelasan lengkap tentang pentingnya Internal Link untuk SEO On Page bisa kamu baca di sini :

Internal Link : Optimasi SEO yang Sederhana dan Powerful

13. Sisipkan Outbound Link

Kebalikan dari internal link. outbound link merupakan link yang mengarah ke website lain. Namun pastikan bukan website asal-asalan. Pastikan bahwa website yang kamu target memiliki reputasi yang baik.

Outbound link ini berfungsi untuk menunjukkan bahwa konten yang kamu buat memiliki sumber yang kredibel. Dengan adanya outbound link maka Google akan menganggap konten kamu memiliki topik yang sesuai dengan website yang kamu target.

14. Open New Tab Link

Keberadaan internal dan outbound link akan semakin sempurna bila kamu mengatur link tersebut menjadi Open In New Tab. Mungkin terlihat sepele, namun dapat mempengaruhi pengalaman pengunjung di website kamu.

Bayangkan bila pengunjung sedang asik-asiknya membaca konten kamu lalu mengklik internal atau outbound link dan ia beralih ke halaman lain. Maka tentu ia akan kehilangan fokusnya dan harus mengulangnya lagi dengan menekan tombol back untuk kembali ke konten sebelumnya.

15. Tombol Share ke Social Media

Meski share ke social media tidak berpengaruh secara langsung ke kualitas SEO kamu. Namun kamu tidak bisa mengabaikannya.

Seperti yang kita ketahui bahwa pengguna Social Media terbilang sangatlah banyak. Mereka bahkan menghabiskan banyak waktu untuk berselancar di jejaring social media. Mereka merupakan target pengunjung konten kamu yang sangat potensial.

Bila konten kamu menarik dan membantu, maka pengunjung akan secara sukarela membagikan artikel kamu ke social media. Dan pada akhirnya kamu akan kebanjiran trafik dari social media (selain dari SEO). Enak bukan ?

Penutup

Itu saja Cara Optimasi SEO On Page Untuk Pemula. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, setidaknya kamu sudah meningkatkan kualitas SEO On Page dengan baik.

Tinggalkan komentar