investasi pada diri sendiri

Most Basic and Powerful : Investasi Pada Diri Sendiri !

Bila kita berbicara tentang investasi maka hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita biasanya adalah investasi pada hal-hal yang berupa materi. Entah itu saham, emas, atau properti.

Sah-sah aja sih sebenernya.

Namun tahukah kamu kalau investasi itu ngga melulu soal materi saja. Investasi ke hal non materi juga ngga kalah powerful nya.

Salah satu bentuk investasi ke dalam hal non materi adalah investasi pada diri sendiri.

Loh ternyata diri sendiri juga bisa diinvestasikan ya? Bisa dong!

Apa Itu Investasi Pada Diri Sendiri ?

Investasi pada diri sendiri merupakan suatu upaya dalam mengerahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk meningkatkan potensi yang ada di dalam diri sendiri.

Di luar sana, banyak orang-orang yang sangat sukses padahal dulunya sangat miskin. Beberapa diantara mereka sempat jatuh gagal namun pada akhirnya tetap kaya raya.

Lalu, sebenarnya apa sih yang mereka lakukan ? Apakah itu hanya keberuntungan semata ?

Yang mereka lakukan adalah menginvestasikan diri mereka sendiri dengan sangat baik. Dan hasil investasinya ini kelak berupa Intangible Asset.

Intangible Asset merupakan aset yang tak kasat mata yang melekat di dalam diri seseorang. Aset tersebut mempunyai kekuatan yang luar biasa yang membedakan seseorang dengan yang lainnya.

Investasi ke hal-hal yang berupa materi itu memang perlu. Namun kalau kamu masih belum memiliki materi yang cukup untuk diinvestasikan, jangan khawatir.

Kamu bisa mencontoh pola yang sudah dilakukan oleh orang-orang sukses di luar sana.

Yaitu dengan cara berinvestasi pada diri sendiri terlebih dahulu, baru kemudian berinvestasi pada hal-hal yang berupa materi.

Kamu juga bisa membaca artikel berikut ini :

Berapa Nilai Diri Kamu Sendiri ?

Jadi sudah jelas kan, polanya seperti ini :

  1. Investasi pada diri sendiri untuk menciptakan intangible asset.
  2. Intangible asset digunakan sebagai modal untuk mendapatkan lebih banyak income.
  3. Income yang banyak lalu diinvestasikan pada hal-hal yang berupa materi.

Saya akan mengambil contoh dari sosok pendiri perusahaan Google, yaitu Larry Page.

Kamu bisa bayangkan bila Larry Page tidak menginvestasikan dirinya sendiri untuk membangun perusahaan Google dan lebih berminat untuk menginvestasikan uangnya saja saat itu.

Maka hari ini kita tidak akan melihat perusahaan Google.

Cara Membangun Intangible Asset

Ada banyak cara untuk membangun aset tak kasat mata. Silahkan simak cara-cara berikut ini.

1. Mengembangkan Kreativitas

Siapapun kita, apapun latar belakang pendidikan kita, dan di manapun kita berada tentu memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas di dalam diri kita masing-masing.

Seberapa banyak kreativitas yang kita miliki tentunya sangat tergantung pada seberapa besar upaya kita untuk menggalinya.

Misal kamu memiliki minat dalam bidang menulis. Kamu dapat mengembangkan kreativitasmu dalam menulis dengan cara rajin menulis dan membaca buku.

Atau bisa juga mengikuti komunitas menulis dan acara perilisan buku baru.

Cara tersebut dapat menambah kreativitasmu sekaligus menambah network pada bidang yang kamu sukai.

2. Perbanyak Pengalaman

Perjalanan hidup dan pengalaman kamu sampai detik ini juga bisa dijadikan sebagai aset tak kasat mata.

Misalnya kamu berprofesi sebagai marketer.

Tentunya kamu memiliki intangible asset berupa pengalaman marketing.

Teruslah untuk mengasah pengalaman tersebut sehingga kamu memiliki nilai jual yang tinggi.

Itulah mengapa, banyak perusahaan yang rela mengakuisisi karyawan dari perusahaan lain dengan tawaran gaji yang lebih tinggi.

Perusahaan tersebut telah melihat intangible asset yang dimiliki oleh orang tersebut.

3. Perluas Network

Cara membangun intangible asset lainnya ? Ada kok.

Cek saja network atau jaringan pertemanan yang kamu miliki.

Semakin banyak orang-orang hebat dan berprestasi yang kamu kenal maka kualitas kamu akan semakin meningkat.

Tapi kenalnya harus dua arah ya. Artinya orang-orang tersebut juga harus mengenalmu.

Ada beberapa cara untuk menjalin network dengan orang-orang yang berkualitas, misalnya :

a. Seminar Berbayar dan Edukatif.

Orang-orang yang datang biasanya memiliki keinginan atau motivasi untuk hidup lebih baik. Kenapa ? Karena temanya edukatif dan berbayar.

Hanya orang yang benar-benar niat sajalah yang mau mengeluarkan uang untuk itu.

b. Workshop

Kamu akan mendapat banyak network jika rajin mengikuti workshop dengan bidang keahlian atau pekerjaan yang kamu tekuni.

Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau kamu akan mendapat banyak tawaran pekerjaan di dalamnya.

c. Kursus Privat

Kursus privat yang diadakan oleh pemateri yang profesional sesuai dengan bidang yang kamu butuhkan juga tak kalah menariknya.

Dan kunci dari semua cara itu adalah, kamu harus jemput bola. Jangan berdiam diri di rumah saja.

Contoh lain lagi untuk membangun intangible asset adalah seperti yang saya lakukan secara kecil-kecilan ini. Yaitu membuat website ini dengan mengerahkan segala tenaga, waktu, dan pikiran yang saya miliki.

Saya berharap website ini bisa menjadi portofolio dan sekaligus menjadi aset tak kasat mata bagi saya.

Penutup

Nah sekarang sudah jelas kan yang dimaksud dengan intangible asset.

Tingkatkan terus aset tak kasat mata tersebut secara konsisten maka niscaya kehidupanmu akan menjadi semakin baik.

Tinggalkan komentar