investasi saat resesi ekonomi

5 Pilihan Investasi Saat Resesi Ekonomi

Menurut saya, instrumen investasi itu sangat bergantung pada keadaan ekonominya. Sedang tumbuh atau malah sedang mengalami resesi.

Kalau keadaan ekonomi sedang tumbuh dengan baik, maka pasar saham akan menggeliat.

Dan sebaliknya, kalau keadaan ekonomi sedang mengalami resesi maka pasar saham akan lesu.

Dalam keadaan resesi, banyak investor yang menarik diri dari pasar saham karena situasi ekonominya tidak menentu.

Mereka cenderung mengalihkan dana mereka untuk berinvestasi ke instrumen-instrumen yang lebih tahan resesi ekonomi.

Nanti kalau keadaan ekonomi sudah kondusif, mereka baru akan kembali lagi.

Sebenarnya ada beberapa istrumen investasi yang secara historis banyak diincar oleh para investor ketika pasar saham sedang kacau-balau.

Pilihan Investasi Saat Resesi Ekonomi

1. Dollar AS

Tidak perlu diragukan lagi kalau Dollar AS masih menjadi standar mata uang yang paling stabil di seluruh dunia.

Bahkan nilai mata uang ini tetap naik ketika masa deflasi sekalipun. Yaitu saat daya beli Dollar AS naik.

Investasi Dollar AS juga memiliki kelebihan lain karena fleksibilitasnya yang berupa mata uang tunai. Sehingga para investor dapat memiliki kemampuan untuk membeli aset-aset lain secara cepat. Yang biasanya harganya turun selama krisis ekonomi.

2. Properti

Investasi di bidang properti tetap menjadi primadona karena properti merupakan kebutuhan primer manusia.

Biasanya harga properti akan turun selama masa resesi ekonomi.

Membeli properti ketika krisis ekonomi akan membuat biaya kepemilikannya menjadi rendah. Dan selanjutnya bisa dijual lagi ketika pasar sudah rebound.

Bisnis dalam bidang properti tidak melulu harus berupa sistem jual-beli.

Kamu juga dapat menyewakan properti yang dibeli sehingga menjadi aliran pendapatan tetap sembari harganya terus melambung tinggi.

3. Saham Defensif

Yang dimaksud dengan saham defensif adalah saham yang berasal dari segment kebutuhan pokok manusia.

Pokoknya yang tetap dibutuhkan banyak orang saat resesi ekonomi.

Contohnya saham dengan produk makanan, kebutuhan rumah, dan alat-alat kesehatan.

Ketika wabah Corona sedang melanda Indonesia maka harga saham di segment kesehatan juga ikut terdongkrak naik.

Contohnya adalah saham milik Kimia Farma.

Saham defensif ini akan mengungguli saham sektor lain selama masa resesi karena banyak masyarakat yang membutuhkan produk atau jasa dari perusahaan tersebut.

4. Obligasi Negara

Obligasi Negara merupakan surat utang yang diterbitkan negara supaya mendapat pendanaan dari masyarakat.

Berinvestasi di obligasi negara memang terkenal lebih aman bila dibandingkan dengan saham.

Kenapa ? Karena obligasi negara sudah pasti dijamin oleh pemerintah.

Pemerintah memiliki wewenang untuk meningkatkan pajak atau memotong anggaran negara untuk memastikan pembayaran terhadap para pemegang obligasi lancar.

Meski obligasi negara tidak sepenuhnya tangguh, tapi paling tidak lebih tahan resesi ekonomi daripada pasar saham.

5. Emas

Investasi terakhir yang tahan resesi ekonomi adalah emas.

Kalau ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.

Emas sering dianggap sebagai safe haven atau aset paling aman yang populer di kalangan investor.

Biasanya harga emas akan melambung tinggi saat masa resesi ekonomi.

Meskipun nilai emas tidak terlalu fluktuatif, namun sifatnya tahan banting terhadap inflasi dan deflasi.

Kesimpulan

Mungkin itu saja pilihan investasi saat resesi ekonomi yang bisa saya sebutkan.

Ada kelebihan dan kekurangan dari tiap jenis investasi yang saya sebutkan di atas tadi. Kamu hanya perlu menganalisa mana yang sesuai dengan kondisi keuangan kamu.

Selain investasi berupa materi, kamu juga dapat berinvestasi pada diri kamu sendiri yang sudah pasti kebal terhadap krisis ekonomi.

Tinggalkan komentar