kerja sambil kuliah

Tips Sukses Kerja Sambil Kuliah

Kerja sambil kuliah atau kuliah sambil kerja? Sepintas seperti tak ada bedanya. Namun kedua hal itu memiliki pola yang terbalik dan berbeda.

Saya termasuk salah satu orang yang kerja sambil kuliah.

Belajar merupakan sebuah proses kehidupan yang membentuk kita menjadi pribadi yang semakin baik. Selama kita memiliki keinginan kuat maka belajar dapat dilakukan kapan saja dan tanpa mengenal usia. Begitu juga dengan kuliah.

Hidup bukanlah sebuah perlombaan lari karena setiap orang mempunyai start yang berbeda, rute yang berbeda, dan kemampuan yang berbeda. Dan pada akhirnya bermuara ke cita-cita masing-masing.

Saya akan berbagi pengalaman tentang kegiatan yang sedang saya tekuni hingga sekarang. Yaitu kerja sambil kuliah.

Mengapa Kerja Sambil Kuliah?

Ini sebenarnya karena keadaan ekonomi sih. Dulu ketika saya lulus SMA saya langsung bekerja. Keinginan untuk melanjutkan kuliah tentu saja ada, namun kondisi keuangan keluarga memang tidak memungkinkan saat itu.

Untuk membiayai sampai lulus SMA saja rasanya berat karena saya sekolah di SMA Swasta yang cukup terkenal di Kota saya.

Karena keadaan keuangan keluarga inilah, saya hanya mempunyai 2 cara untuk bisa kuliah.

Pertama, saya harus mendapatkan beasiswa.

Kedua, saya harus kerja dulu lalu kuliah di kemudian hari.

Karena saya belum beruntung saat itu, akhirnya saya gagal untuk mendapatkan beasiswa kuliah.

Dilema Antara Kuliah Atau Tidak

Selama saya bekerja, saya terus terbayang-bayang untuk dapat melanjutkan kuliah.

Kuliah memang tidak menjamin saya sukses atau kaya. Tapi paling tidak, kuliah dapat membantu saya dalam berpikir sistematis untuk menghadapi tantangan hidup saya kedepannya.

Singkatnya saya berpendapat bahwa kuliah dapat membentuk kerangka berpikir saya menjadi lebih baik. Ini nih yang penting sebenarnya.

Tips Kerja Sambil Kuliah
Image by Gerd Altmann from Pixabay

Dalam pelaksanaanya memang tak semudah seperti yang saya rencanakan. Setelah saya bekerja dan mendapatkan gaji tiap bulannya, motivasi untuk melanjutkan kuliah sempat redup.

Timbul gejolak dalam batin, apakah saya masih membutuhkan kuliah di saat biaya kuliah yang semakin mahal, apalagi saya sudah bisa bekerja tanpa kuliah.

Semangat ini semakin redup ketika saya bekerja sekaligus membuka usaha sendiri. Tenaga dan pikiran saya semakin terkuras.

Akhirnya Kerja Sambil Kuliah

Titik perubahan dimulai ketika saya resign dari tempat kerja yang lama.

Saya merasa ada yang tidak beres dengan mindset saya selama bekerja di sana karena terlalu terlena dengan zona nyaman dan teman-teman yang tidak mendukung saya untuk melanjutkan kuliah.

Saya menggunakan dana resign untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi dengan Program Studi S1 Teknik Informatika di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Sebuah langkah yang luar biasa dalam hidup saya.

Kamu juga bisa membaca artikel berikut ini :

Most Basic and Powerful : Investasi Pada Diri Sendiri !

Hingga cerita ini ditulis, tak terasa saya sudah memasuki semester 4 di usia 27 tahun. Saya sudah 2 kali resign selama kuliah.

Kuliah sangat memotivasi saya untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Ternyata Kerja Sambil Kuliah Itu Enak

Ternyata bekerja sambil kuliah juga tidak merepotkan seperti yang saya bayangkan selama ini.

Saya mengambil kelas karyawan sehingga saya hanya tatap muka dengan dosen seminggu sekali yaitu setiap hari Sabtu. Untuk hari Senin sampai Rabu cukup kuliah online dan mengumpulkan tugas.

Teman kuliah saya juga rata-rata sudah bekerja semua dan malah ada yang sudah berusia 45 tahun namun masih semangat kuliah.

Dari pengalaman saya tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa bekerja sambil kuliah sangatlah memungkinkan.

Saya dapat memiliki keuangan lebih untuk membiayai kuliah sendiri daripada adik-adik kelas saya yang hanya mengandalkan gaji orang tua mereka.

Dan yang paling penting adalah, saya dapat memilih jurusan kuliah sesuai dengan bidang profesi yang telah saya tempuh, sehingga tidak ada lagi yang namanya salah ambil jurusan.

Namun Ada Juga Yang Tidak Enak

Meskipun saya dapat membiayai kuliah sendiri dan perkuliahan dilaksanakan via online dan tatap muka dengan dosen setiap hari Sabtu. Namun justru itu masalahnya.

Pertama, uang SPP untuk kelas karyawan itu mahal! Kalau saya hitung-hitung, uang SPP yang saya keluarkan bisa untuk kuliah di Perguruan Swasta atau Negeri yang lumayan bagus di kota saya.

Sayangnya dengan kuliah kelas karyawan ini saya justru mendapat kualitas pembelajaran yang biasa-biasa saja.

Kedua, waktu lumayan tersita banyak untuk bekerja sambil kuliah.

Pagi sampai sore hari saya harus bekerja. Lalu malam harinya masih ada tugas-tugas kuliah yang perlu diselesaikan.

Weekend di mana saya bisa beristirahat namun ada kelas tatap muka hingga sore hari.

Tips Kerja Sambil Kuliah

Nah, bila kamu sedang berada di persimpangan jalan antara memutuskan kuliah atau tidak. Saya ada beberapa tips yang dapat membantumu.

1. Apa Tujuanmu Kuliah?

Pertama-tama kamu harus bertanya kepada dirimu sendiri. “Apa sih tujuan kamu kuliah?”

Kalau saya memiliki banyak alasan. Salah satunya adalah untuk mendapatkan kesempatan bekerja lebih baik lagi.

Dalam bidang pekerjaan saya semakin jarang dijumpai persyaratan dengan minimal pendidikan SMA. Kebanyakan syarat minimal pendidikannya adalah S1.

Dengan memiliki latar pendidikan S1 tentunya saya akan lebih mudah dalam mencari kerja dan mendapatkan gaji setingkat S1 juga.

Lalu alasan kuat yang kedua adalah. Kuliah mengajarkan pola pemikiran yang sistematis.

Dari mana pelajaran tersebut?

Ya dari segala tugas kuliah yang diberikan. Lalu dilengkapi dengan tugas skripsi yang perlu kamu tempuh. Itu semua mengajarkan kamu berpikir secara sistematis dan komprehensif.

2. Kalkulasi Dana Kuliah

Biasanya kuliah itu diselesaikan dalam waktu 8 semester. Atau 7 semester paling cepat. Saya tidak akan membahas yang lebih dari 8 semester lho ya, hehe.

Misalnya kamu harus menyisihkan gajimu setiap bulan selama 1juta selama 8 semester, atau 4 tahun. Kamu siap? Total 48juta loh. Bukan uang yang sedikit.

Tapi kalau kamu merasa optimis akan hal itu, lanjutin aja!

3. Manajemen Waktu

Dengan kuliah maka kamu harus menyisihkan waktu kerjamu dan waktu luangmu untuk menuntut ilmu. Selama 4 tahun. Kamu harus bersabar dan menahan diri.

Pikirkan kembali apakah pekerjaan dan kuliahmu dapat saling mengganggu atau tidak. Jangan sampai keduanya saling mengganggu. Harus ada win-win solution.

Lalu kesampingkanlah terlebih dahulu hobi yang membuang-buang waktu. Cobalah untuk menahan diri setidaknya selama 4 tahun.

Selain kamu akan memiliki waktu belajar yang lebih banyak. Kamu juga memiliki kesiapan keuangan yang lebih baik.

Kerja – kuliah – istirahat akan menjadi sebuah ritme yang sangat positif untuk pembentukan diri kamu.

Apalagi kalau kamu bisa mengintegrasikan ritme itu dengan baik. Boom!

4. Belum Atau Sudah Menikah

Nah ini yang sering bikin galau kebanyakan orang.

Bagaimana kalau kamu ingin kuliah tapi juga belum menikah. Bagaimana bila uang untuk persiapan menikah dan berumah tangga jadi terganggu karena ada kewajiban SPP yang harus dibayar.

Saya pernah berada di fase pemikiran seperti ini.

Kuncinya adalah ketekunan!

Jangan khawatir kalau kamu sedang lajang lalu kamu berasumsi akan sulit mendapatkan jodoh karena masih harus menyelesaikan kuliah.

Jodoh yang baik pasti akan melihat hal ini sebagai bentuk ketekunan dan tanggung jawabmu untuk masa depan.

Siapa sih yang ngga bakal klepek-klepek? Asal kamu harus menjalaninya dengan tanggung jawab loh ya.

Saya mulai kuliah sejak lajang, lalu berkenalan dengan calon istri pun belum lama, lalu menikah dan masih kuliah hingga saat ini. It’s no problem!

Dalam pemikiran sederhana saya, saya mengalokasikan uang, waktu, dan tenaga untuk menuntut ilmu bukan untuk hobi yang menghambur-hamburkan segalanya.

5. Memilih Univesitas

Karena kamu sudah membaca sampai bab ini. Maka saya anggap kamu sudah memantapkan diri untuk melanjutkan kuliah ya, hehe.

Zaman sekarang mulai banyak Universitas yang menyediakan program kelas karyawan. Karena tuntutan zaman memang seperti itu. Nah kamu tinggal melakukan komparasi aja.

Perlu untuk kamu ketahui bahwa Program Studi yang kamu inginkan tidak selalu ada di setiap Universitas.

Kalau ada beberapa Universitas yang menawarkan Program Studi yang sama, selanjutnya kamu harus melakukan komparasi akreditasi. 

Semakin bagus nilai akreditasinya terhadap program studi, tentunya semakin baik kualitasnya.

Akreditasi ada 2 macam. Yaitu akreditasi Universitas dan akreditasi Bidang Studi.

Penutup

Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan. Keputusan tetap berada di tanganmu karena setiap orang memiliki permasalahan yang berbeda. Semoga kuliahmu lancar ya.

Tinggalkan komentar