mencari dan memegang uang

Mencari dan Memegang Uang Adalah 2 Hal yang Berbeda

Berdasarkan pengalamanmu selama ini, kamu lebih jago dalam mencari uang atau memegang uang?

Hal yang perlu kamu ketahui adalah : Mencari dan memegang uang merupakan 2 hal yang berbeda dan masing-masing membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. Sedangkan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan sama besarnya.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan, mari kita definisikan terlebih dahulu apa itu mencari uang dan apa itu memegang uang.

Mencari uang merupakan suatu upaya untuk mendapatkan uang. Entah itu dengan bekerja, berbisnis, atau berinvestasi.

Memegang uang merupakan suatu upaya untuk mengelola uang yang didapat dari proses mencari uang itu tadi. Uang tersebut dibagi ke dalam pos-pos penyimpanan dan pengeluaran lalu diurutkan berdasarkan prioritasnya. Dalam upaya memegang uang ini membutuhkan strategi perencanaan keuangan yang bagus agar uang yang didapatkan menjadi tepat guna dan tidak terbuang sia-sia.

Saya akan mengambil contoh bisnis menengah yang ada di sekeliling kita.

Kalau kamu mengamati dengan jeli, umumnya bisnis tersebut memiliki pembagian kerja dalam mencari uang dan memegang uang.

Karena kalau kedua hal tersebut dijalankan sekaligus oleh satu orang saja, atau satu divisi saja, maka akan terasa berat atau bahkan bisnisnya bisa berantakan.

Fokusnya akan terbagi-bagi.

Itulah mengapa ada profesi yang dinamakan admin keuangan. Dan admin keuangan ini tidak akan melakukan multitask seperti membuat produk lalu memasarkan produknya sekaligus.

Kalau pengen jalan jauh, ya jangan jalan sendirian. Bentuklah tim.

Kamu juga bisa membaca artikel berikut ini :

Most Basic and Powerful : Investasi Pada Diri Sendiri !

Aturan ini tidak hanya berlaku di dalam lingkup bisnis saja. Dalam masing-masing individu juga demikian.

Pentingnya Pembagian Kerja

Kalau kamu fokusnya dua arah, yaitu mengumpulkan uang dan memegang uang sekaligus secara terus menerus maka akan terasa berat.

Saya sendiri pernah merasakannya ketika masih lajang. Yaitu mengumpulkan uang dan memegang uang sendirian. Semua dipikir sendiri.

Di sinilah pernikahan itu memiliki peran yang sangat penting. Yaitu menyatukan kedua orang yang memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, lalu saling melengkapi.

Kalau ada statement yang menyatakan “menikah itu membuka pintu rezeki dan orang yang telah menikah maka ekonominya semakin baik”, itu perlu dianalisa terlebih dahulu. Dicari rumusnya.

Kalau suami istri sama-sama fokus dalam mencari uang saja dan keduanya kurang fokus dalam memegang uang maka yang terjadi adalah kehidupan mereka terlalu hedon dan sedikit uang yang bisa mereka tabung.

Sedangkan kalau suami istri sama-sama fokus dalam memegang uang saja dan keduanya kurang fokus dalam mencari uang maka yang terjadi adalah kehidupan mereka terlalu perhitungan dan tidak banyak uang yang bisa mereka dapatkan.

Komposisi terbaik adalah kalau suami dan istri saling bagi-bagi kerjaan. Misalnya suami fokus mencari uang sedangkan istri fokus memegang uangnya. Kan lebih enak.

Serahkan pada ahlinya.

Dengan begitu suami tidak perlu pusing-pusing dalam mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena semua sudah diatur oleh istri.

Sudah ada menteri keuangannya. Enak bukan ?

Selanjutnya suami hanya perlu fokus dalam mencari uang yang banyak saja.

Saya sudah sering mengamati keluarga yang memiliki pembagian kerja seperti ini. Entah itu teman saya maupun rekan bisnis saya. Dan rata-rata mereka semua memiliki kesejahteraan ekonomi yang sangat baik sekali.

Keluarga itu ibarat seperti sebuah tim. Untuk mendapatkan hasil kinerja yang baik maka harus ada pembagian kerja yang nyata.

Tinggalkan komentar