meramaikan warung makan

Mengupas Misteri Warung Makan Mendadak Ramai

Suka heran? Kalau kamu lagi makan di sebuah warung makan yang sepi lalu beberapa saat kemudian warung makan tersebut menjadi ramai.

Padahal mungkin kamu memilihnya secara random karena begitu banyak pilihan warung makan yang tersedia.

Fenomena “warung makan yang sepi lalu mendadak ramai” ini lantas sering dikaitkan dengan unsur mistis dan lain sebagainya.

Padahal di logika aja ketemu kok.

Sedikit Bercerita

Pagi ini saya bersama istri sarapan gudeg di Plengkung Wijilan, Yogyakarta.

Plengkung Wijilan merupakan sentra kuliner gudeg di Kota Jogja. Banyak sekali warung makan gudeg yang berjejer di sepanjang jalan ini.

Jujur kami ngga tahu warung makan gudeg yang recommended di sini.

Karena hari masih pagi maka warung-warung masih sepi pembeli.

Singkat cerita kami memilih salah satu warung. Dan ketika kami sedang makan, warung yang tadinya sepi mendadak menjadi ramai.

Satu persatu pembeli mulai berdatangan. Kebanyakan wisatawan.

Saya yakin kalau mereka ngga paham betul dalam memilih warung makan. Kenapa? Karena setiap kali saya lewat sini, warung makan ini ngga pernah seramai ini.

Kadang pembeli itu ngga tahu tentang mana yang harus mereka pilih. Alasannya karena mereka belum memiliki referensi atau pengalaman terhadap produk tersebut.

Oleh karena itu “Social Approval” biasanya digunakan sebagai alat untuk mengambil keputusan.

Apa itu “Social Approval”?

Social Approval adalah bentuk konfirmasi dari orang lain dalam menggunakan sebuah produk.

Dalam cerita ini Social Approval nya adalah saya dan istri. Yang kemudian diikuti oleh para pembeli lainnya di warung gudeg tersebut.

Itu adalah respon secara naluri yang dilakukan oleh orang-orang dalam memilih warung makan. Secara tak sadar pun kita juga sering melakukannya.

Para pelaku social approval ini perlu meyakinkan. Supaya orang lain semakin mantap memilih.

Social Approval ini implementasinya sangat luas sekali. Dan dapat digunakan sebagai alat yang powerful di dalam bisnis.

Makanya tak heran, kalau sebuah bisnis memiliki social approval yang dikelola dengan baik maka pelanggan barunya tinggal ngikutin aja. Di mana jumlahnya semakin lama akan semakin banyak.