Berapa Nilai Diri Kamu Sendiri ?

Berapa Nilai Diri Kamu Sendiri ?

Nilai Diri Sendiri – Di sebuah pagi yang cerah sebelum aktivitas kantor dimulai. Saya duduk di depan teras kantor. Ngobrol-ngobrol dengan teman satu kantor.

Lalu tiba-tiba saja terlintas sebuah pertanyaan dari teman saya.

“mas, menurutmu orang bisa punya mobil seperti itu gimana caranya ?”, seraya sambil menunjuk sebuah mobil Fortuner yang terpakir di halaman depan kantor. Entah milik siapa.

Pertanyaan yang sederhana. Namun juga berat. Karena si pemilik mobil tentunya memiliki  proses yang panjang hingga akhirnya ia dapat membeli sebuah mobil Fortuner tersebut.

Namun saya hanya ingin menjawabnya dengan sederhana, “Ya karena orang tersebut sudah pantas untuk mendapatkannya. Dalam artian, nilai di dalam dirinya sudah mampu untuk membeli sebuah mobil Fortuner.”

Lalu teman saya itu mengangguk pelan. Entah paham atau tidak dengan maksud saya.

Mungkin selama ini kita sering memandang segala sesuatu dari sudut pandang materinya saja.

Misal kenapa orang bisa membeli sebuah rumah mewah. Atau bisa liburan ke luar negeri.

Dengan cepat kita akan menyimpulkan bahwa karena orang tersebut memiliki banyak uang.

Ngga salah juga sih sebenarnya. Tapi kalau kita tidak mau berpikir secara kritis, akhirnya analisa hanya sampai di situ saja.

Bahwa yang menjadi pembeda antara orang kaya dengan yang tidak kaya hanya terletak pada banyaknya uang yang dimiliki. Itu saja.

Padahal tidak sesederhana itu.

Seseorang bisa menjadi kaya karena orang tersebut punya nilai yang tinggi. Dan nilai tersebut terbentuk dari serangkaian proses yang panjang.

Proses -> Nilai Tinggi -> Kekayaan

Mari kembali ke contoh si pemilik Fortuner tadi.

Orang tersebut mungkin berprofesi sebagai dokter yang memiliki nilai yang tinggi dalam menguasai ilmu kedokteran. Sehingga ia mampu menolong banyak orang.

Atau mungkin ia seorang pengusaha yang sukses yang memiliki keahlian dalam berbisnis.

Bisa juga mungkin ia seorang manager perusahaan yang memiliki nilai yang tinggi dalam menentukan masa depan perusahaannya.

Proses untuk mencapai nilai tinggi tersebut tentunya tidak mudah. Namun yang pasti, itu ada prosesnya.

Pada akhirnya kita kembali ke sebuah pertanyaan :

Berapa nilai diri kamu sendiri ?

Saya sering bertanya kepada diri saya sendiri. Apakah saya sudah pantas untuk memiliki sebuah mobil baru ?

Kalau iya, lalu apa yang menjadi nilai saya sehingga saya pantas untuk mendapatkannya ? Kalau belum pantas, mengapa ?

Mindset seperti ini akan menyisihkan asumsi kalau orang bisa menjadi kaya karena kebetulan belaka.

Orang bisa menjadi kaya karena punya nilai yang tinggi.

Dan hal inilah yang akan menggiring saya ke dalam upaya untuk meningkatkan nilai itu sendiri.

Kalau hal tersebut sudah saya pahami dan saya laksanakan dengan baik, maka pertanyaan :

“apakah saya sudah pantas untuk memiliki sebuah mobil baru”

akan berubah menjadi sebuah keoptimisan :

“ya, sudah saatnya saya memiliki mobil baru !”

Penutup

Ada banyak cara untuk meningkatkan nilai dalam diri sendiri. Beberapa insight barangkali bisa kamu dapatkan di konten yang sudah pernah saya buat di sini :

Most Basic and Powerful : Investasi Pada Diri Sendiri !

Tinggalkan komentar