rezeki dipatok ayam

Membedah Arti Rezeki Dipatok Ayam Dalam Bisnis

Orang-orang pada zaman dahulu itu pinter-pinter. Saking pinternya bahkan mampu menginterpretasikan berbagai kejadian aktual dengan istilah-istilah yang simple dan santai.

Salah satu istilah yang paling terkenal adalah “bangun pagi supaya rezeki tidak dipatok ayam”.

Jujur, sejak kecil saya ngga paham dengan arti dari istilah tersebut. Dan meski sudah dijelaskan berkali-kali, saya tetap tidak paham.

Mungkin karena saya tidak mengalaminya secara langsung.

Hingga memasuki dunia kerja, saya masih saja tidak paham apa itu artinya “bangun pagi supaya rezeki tidak dipatok ayam”.

Namun pemahaman itu akhirnya tercerahkan setelah saya menggeluti usaha sendiri. Di mana keberlangsungan usaha tersebut sangat-sangat bergantung kepada “klien”.

Kalau saya bangun agak siangan dikit, maka bisa jadi saya akan melewatkan panggilan telepon dari calon klien.

Dan kalaupun saya balik menghubunginya, maka bisa saja calon klien tersebut sudah kehilangan minatnya. Atau bahkan sudah deal dengan orang lain.

klien: “woi mas, bangun pagi aja males, gimana mau niat ngerjain project saya?”

Make sense kan?

Istilah “bangun pagi supaya rezeki tidak dipatok ayam” ini sangat relevan dengan kehidupan para pebisnis.

Di mana kompetisi secara langsung itu ada dan nyata. Yang dikit-dikit, makananmu (calon klien) gampang sekali dipatok oleh ayam lainnya (kompetitor) kalau kamu telat bangun pagi.

Normalnya, ayam-ayam selalu bangun pagi, berkokok (promosi), lalu cari makan.

“Rezeki emang udah ada yang ngatur. Tapi kita tetep perlu memperjuangkannya.”