Delivery Tempe

Dulu saya pernah memesan tempe kepada seorang pengrajin tempe yang lokasinya berada jauh dari tempat saya. 40kilometer kalau diukur dari Google Map.

Saya mengira tempe tersebut akan dikirim dengan menggunakan jasa ekspedisi.

Dan saya tidak pernah terpikir kalau tempe tersebut akan diantar. Apalagi oleh juragannya langsung.

Namun dugaan saya salah. Tempe tersebut diantar langsung oleh Om Bonny selaku pemilik usaha. Sejauh 40 kilometer. Menyusuri kelok-kelok perbukitan. Dan sampai di tempat saya sekitar pukul 7 pagi kala itu.

Dalam batin saya mengatakan, “ini orang bukan main-main sama usahanya“.

Dan kali ini dugaan saya benar. Begitu tempe tersebut diolah menjadi tempe goreng dan aneka masakan lainnya, rasa dan teksturnya berkualitas.

Ini tempe paling enak yang selama ini pernah saya temui.

Kini giliran saya yang membeli tempe sejauh 40 kilometer. Bersilaturahmi ke rumah Om Bonny.

Kali ini saya tidak hanya ingin membeli tempenya saja. Saya ingin belajar. Saya ingin digurui. Dari seorang pengusaha yang sangat ulet dan tekun dalam bisnisnya.

Om Bonny ternyata juga murah ilmu. Banyak sekali insight yang saya dapetkan dari beliau. Sebagaimana rumus silaturahmi akan membawa rezeki. Dan rezekinya adalah ilmu itu sendiri.

Dari sekian banyak insight yang saya dapatkan, ada satu dua kalimat yang paling mengena untuk saya.

“Seenggaknya kita harus ikut turun ke semua lini produksi dan pemasaran (bukan berarti semua harus ditangani sendiri), karena dengan begitu kita akan tahu kondisi yang sebenarnya.”

“Kalau kita peduli hal-hal kecil dalam usaha, maka Allah pasti akan memberikan amanah pada hal-hal yang besar.”

dan

“Kalau dari perhitungan akuntansi maka mengantarkan tempe sejauh itu jelas tidak akan menguntungkan. Namun saya percaya sekali dengan kualitas tempe yang kami jaga dengan baik maka pembeli akan secara sukarela memasarkan produk tersebut dari mulut ke mulut”.

Dan it works. (Adi Kuntjara)

Tinggalkan komentar