Hujan Bagi Para Petualang

Hujan Bagi Para Petualang

Gerimis tipis memang menentramkan hati. Hujan deras pun tak jadi soal asalkan punya tempat berteduh dan sedia cukup makanan.

Hasrat berpetualang memang bisa muncul kapan saja. Tak peduli cuaca sedang cerah, mendung, atau gerimis. Asal segala persiapan dan urusan beres lalu berangkat. Namun kita juga perlu memohon izin dan perlindungan kepada Sang Maha Kuasa agar selama perjalanan diberi kelancaran dan pulang dengan selamat.

Sejatinya kita beruntung apabila tinggal di Indonesia. Di sini kita hanya mengenal dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Aktivitas di luar ruangan pada saat musim kemarau tentu lebih mudah untuk dilaksanakan.

Sedangkan aktivitas di musing hujan perlu kesiapan fisik, mental, dan peralatan yang lebih karena hujan bisa datang kapan saja.

Hujan akan membawa air, kabut, dan hawa dingin. Jalan setapak yang tadinya mudah dilalui karena kering lalu menjadi becek berlumpur karena guyuran hujan. Untuk menyusurinya tentu akan menguras tenaga. Belum lagi resiko tergelincir.

Kabut yang turun bisa membuat kita salah memilih jalan. Atau seakan jalan ini tak ada ujungnya. Membuat mental ciut saja.

Baju dan jaket yang sedari rumah masih kering kemudian basah kuyup. Tubuh sudah mulai letih sementara badan mulai menggigil karena pakaian yang basah dan dinginnya udara di sekitar. Boleh jadi ini merupakan warning sign.

Keadaan seperti itu tidak bisa dibiarkan lama-lama. Karena bisa saja tubuh mengalami hipotermia yang ditandai dengan kehilangan kesadaran terhadap lingkungan. Lalu mengigau. Yang biasanya sering disalah artikan dengan kesurupan.

Maka penting untuk selalu membawa perbekalan logistik yang sesuai dengan musim hujan. Diantaranya camilan yang mampu menambah kalori dengan cepat dan air panas yang tersimpan di dalam botol tremos. Karena dalam situasi darurat tentu sulit untuk merebus air terlebih dahulu. Apalagi sendirian. Pastikan botol tremos selalu terisi air panas selama perjalanan.

Peralatan yang dikenakan maupun yang dibawa tentu juga butuh penyesuaian. Setidaknya perlu membawa jas hujan dan flysheet untuk membuat tempat berlindung sementara.

Namun dari itu semua, kesiapan mental dan kesiapan pola pikirlah yang paling utama. Perlu kesadaran bahwa alam merupakan sahabat yang perlu dikenal dengan baik. Bukan seperti lawan yang harus ditaklukkan.

Tinggalkan komentar