investasi pada diri sendiri

Most Basic and Powerful : Investasi Pada Diri Sendiri

Kalau kita berbicara mengenai investasi. Hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita biasanya investasi berupa materi. Misalnya uang, properti, atau saham. Padahal Investasi juga dapat dilakukan pada hal yang bersifat non materi. Misalnya adalah investasi pada diri sendiri.

Apa Itu Investasi Pada Diri Sendiri?

Investasi pada diri sendiri merupakan suatu upaya dalam mengerahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengembangkan kepribadian, mengasah skill yang dimiliki, atau mempelajari skill baru.

Anda pasti sering mendengar kisah tentang orang-orang yang sangat sukses di luar sana padahal dulunya hidup serba kekurangan. Atau bahkan ada orang yang dulunya sempat jatuh miskin namun pada akhirnya kembali kaya raya.

Sebenarnya apa sih proses yang mereka alami? Apakah itu hanya keberuntungan semata?

Bisa jadi. Namun satu hal yang sudah pasti adalah: mereka berinvestasi pada diri sendiri. Dan hasil investasinya berupa Intangible Asset.

Intangible Asset merupakan aset yang tak kasat mata yang melekat di dalam diri seseorang. Aset tersebut mempunyai kekuatan yang luar biasa yang membedakan seseorang dengan yang lainnya.

Jadi bila kita masih belum memiliki materi yang cukup untuk di investasikan maka kita tidak perlu khawatir. Kita bisa mencontoh pola yang dilakukan oleh orang-orang sukses tersebut. Yaitu dengan cara berinvestasi pada diri sendiri terlebih dahulu.

Saya akan memberi sebuah perumpamaan sederhana.

Misal saya memiliki uang sisa 100 ribu setiap bulannya. Ke manakah uang tersebut akan saya investasikan ?

Apakah saya akan menginvestasikan uang tersebut ke dalam reksadana, saham, atau asuransi? Sah sah saja sih sebenarnya.

Namun saya tidak akan melakukannya. Saya lebih memilih untuk menginvestasikan uang tersebut untuk membeli buku atau mengikuti seminar yang sesuai dengan keahlian saya.

Kalau saya rutin melakukannya selama setahun. Maka keahlian saya akan jauh melesat dan bernilai lebih dari uang 100 ribu yang saya tabung setiap bulannya.

Ketika saya telah memiliki keahlian yang meningkat, maka keahlian tersebut akan memiliki nilai jual yang tinggi.

Kalau nilai jual saya tinggi, maka saya bisa menginvestasikan materi dengan nominal yang jauh lebih banyak dari uang 100 ribu tadi.

Pola ini sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang sukses di luar sana.

Anda bisa bayangkan bila Larry Page tidak berinvestasi pada dirinya sendiri dan lebih memilih berinvestasi uang. Maka bisa saja kita tidak akan pernah melihat perusahaan Google.

Ada banyak cara untuk membangun aset tak kasat mata. Silahkan simak pembahasan berikut ini.

Cara Membangun Intangible Asset

1. Mengembangkan Kreativitas

Siapapun kita, apapun latar belakang pendidikan kita, dan dimanapun kita berada tentu memiliki kesempatan untuk mengembangkan kreativitas di dalam diri kita masing-masing.

Seberapa banyak kreativitas yang kita miliki tentunya sangat tergantung dengan seberapa besar upaya kita untuk menggalinya.

Misalnya kita memiliki minat dalam bidang menulis. Kita bisa mengembangkan kreativitas dalam menulis dengan cara rajin menulis dan membaca buku. Atau bisa juga mengikuti komunitas menulis dan acara perilisan buku baru. Cara tersebut dapat menambah kreativitas sekaligus menambah network dengan bidang yang  disukai.

2. Perbanyak Pengalaman

Perjalanan hidup dan pengalaman kita sampai detik ini juga bisa dijadikan sebagai aset tak kasat mata.

Misalnya kita berprofesi sebagai marketer. Tentunya kita memiliki Intangible Asset berupa pengalaman marketing yang tidak akan dimiliki oleh orang lain yang berprofesi sebagai guru.

Teruslah untuk mengasah pengalaman tersebut sehingga kita memiliki nilai jual yang tinggi.

Itulah mengapa, banyak perusahaan yang rela mengakuisisi karyawan dari perusahaan lain dengan tawaran gaji yang lebih tinggi.

Perusahaan tersebut telah melihat Intangible Asset yang dimiliki oleh karyawan tersebut.

3. Perluas Network

Cara membangun Intangible Asset lainnya? Ada kok. Cek saja network atau jaringan orang-orang yang kita miliki.

Semakin banyak orang-orang hebat dan berprestasi yang kita kenal maka kualitas kita akan semakin bagus. Tapi kenalnya harus dua arah ya. Artinya orang-orang tersebut juga harus mengenal kita juga.

Ada beberapa cara untuk menjalin network dengan orang-orang yang berkualitas, misalnya :

  1. Seminar berbayar dan edukatif. Orang-orang yang datang memiliki keinginan atau motivasi untuk hidup lebih baik.
  2. Workshop. Kita akan mendapat banyak network jika rajin mengikuti workshop dengan bidang keahlian atau pekerjaan yang kita tekuni. Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau kita akan mendapat tawaran-tawaran job di dalamnya.
  3. Ikut Kursus Privat yang diadakan oleh pemateri yang profesional sesuai dengan bidang yang kita butuhkan.

Dan kunci dari semua cara itu adalah, kita harus jemput bola. Jangan berdiam diri di rumah saja.

Contoh lain lagi seperti yang saya lakukan secara kecil-kecilan. Yaitu membuat website ini dengan mengerahkan segala tenaga, waktu, dan pikiran yang saya miliki. Saya berharap website ini bisa menjadi portofolio dan sekaligus menjadi aset tak kasat mata bagi saya.

Penutup

Nah sekarang sudah jelas kan yang dimaksud dengan Intangible Asset. Tingkatkan terus aset tak kasat mata tersebut secara konsisten maka niscaya kehidupan kita akan semakin baik. Semoga sukses ya.

Tinggalkan komentar