Kembalilah Seperti Dulu, Pantai Parangtritis

Saya masih ingat dulu ketika masih kecil saya sering diajak oleh Bapak ke Pantai Parangtritis hanya untuk sekedar menikmati suasana sore hari.

Dan akhirnya kebiasaan itupun sering saya lakukan sampai saat ini. Meski ngga sama Bapak lagi. Dan meski ngga sering juga.

Kalau Bali memiliki Pantai Kuta yang sangat epic untuk menikmati matahari terbenam, maka Jogja juga punya Pantai Parangtritis. Menurut saya sih vibe dari Pantai Parangtritis ini ngga bisa dikalahin oleh Pantai-Pantai lainnya yang ada di Jogja.

Jaraknya yang termasuk dekat dengan Kota Jogja membuat sunset di Pantai Parangtritis ini mudah digapai. Ya paling hanya memakan waktu satu jam perjalanan saja kalau jalannya santai.

Pantai ini memiliki pasir yang berwarna gelap. Pun air lautnya juga ngga jernih. Jadi Pantai ini secara pemandangan emang ngga Instagramable. Terkesan datar gitu-gitu aja.

Tapi seperti yang udah saya bilang tadi kalau vibe nya lah yang juara. Bukan pemandangannya.

Pantai Parangtritis ini seakan memiliki hubungan emosional yang begitu kuat dengan Kota Jogja. Semacam menyimpan aura magis yang gimana gitu. Tapi bukan hal yang nyeremin loh ya. Bukan.

Kemarin saya baru saja ke sini sama Istri tercinta. Sudah lumayan lama saya ngga ke sini soalnya. Rencananya sih cuman mau menikmati sore saja terus habis itu lanjut makan miedes.

Sama seperti beberapa tempat wisata lainnya, Pantai ini juga banyak berubah. Tak lain adalah karena dampak Pandemi Covid-19.

Sepi sekali pak.

Parkiran tampak sepi. Banyak warung makan yang tutup. Di pesisir Pantainya pun banyak objek yang terbengkalai.

Saya jadi sedih.

Kira-kira mereka yang tadinya mencari nafkah di sini sekarang pada kemana ya?

Vibe yang kami rasakan kali ini bukan lagi santai-santai syahdu. Melainkan mellow-mellow sendu.

Dalam hati kami hanya berharap semoga ada solusi terbaik untuk Pandemi ini. Sehingga kehidupan dapat bergeliat semangat lagi seperti sebelum-sebelumnya.

Tinggalkan komentar