Kopi Jinghai – Murah Tapi Punya Nyawa

Kopi itu minuman unik. Kadang yang orang bilang enak dan harganya “meyakinkan” bisa jadi kita nggak suka. Dan kadang yang harganya murah dan racikannya sederhana tapi justru malah punya “nyawa”.

Iya, punya nyawa. Maksud saya, si peracik kopi begitu menjiwai profesinya sehingga secara tak sadar ia telah menuangkan nyawa pada setiap cangkir kopi yang ia hidangkan.

Inilah hal yang langka menurut saya.

“Ah, tapi tiap kopi kan memang memiliki karakternya sendiri-sendiri dan berbeda antara satu dengan yang lainnya.”

Untuk memahami apa yang saya maksud tentang nyawa dalam kopi, mungkin anda perlu mencicipinya sendiri. Lebih bagus lagi bila anda ngopi di warungnya. Berinteraksi dengan si pemilik warung dan warga sekitar yang sedang ngopi di sana.

Warung kopi ini terletak di sebuah Kecamatan kecil di Pesisir Pantai utara Jawa. Nama Kecamatannya adalah Lasem. Dan nama warung kopinya adalah warung Jinghai.

Banyak kopi lain yang memiliki “nyawa”. Sama seperti kopi ini. Hal ini tentu tak lepas dari sosok peraciknya. Ini adalah tentang bagaimana ia memaknai profesinya, bagaimana ia menjiwai apa yang ia kerjakan, dan tentang bagaimana ia berinteraksi dengan para pelanggannya.

Maka tak heran, di luar sana banyak juga kopi yang secara rasa memang enak. Tapi nyawanya “empty”.

Tinggalkan komentar