senju-waterfall-akame

Lukisan Senju Waterfall dan Steve Jobs

Begitu saya melihat lukisan ini untuk pertama kalinya, entah mengapa saya langsung jatuh cinta.

Lukisan ini bernama Senju Waterfall, Akame. Yang dibuat oleh seniman terkenal Jepang yaitu Kawase Hasui pada tahun 1951. Teknik melukis pada lukisan ini dinamakan Shin-hanga.

Sekarang mari coba kita perhatikan dengan seksama pada permukaan airnya. Kita akan menyadari bahwa gambar dedaunan pada ranting pohon itu tidak memantul pada permukaan airnya. Sedangkan yang memantul hanyalah air terjunnya saja.

Ternyata Hasui melucuti elemen non-esensial pada lukisan (dalam hal ini dedaunan) untuk menghasilkan sesuatu yang lebih tegas, sederhana, dan lebih baik. Yaitu air terjunnya.

Air terjun tentu menjadi inti dari lukisan tersebut karena elemen lainnya hanyalah hasil aksi dari aliran air itu sendiri. Artinya, air memberi kehidupan sehingga pepohonan dapat tumbuh dengan rimbun.

Oleh karena itu dinamakan lukisan air terjun, bukan lukisan pohon.

Di belakang air terjun kita juga dapat melihat adanya benteng yang menjulang tinggi. Kehadiran benteng itu semakin mempertegas kesan fokus. Bahwa inti perhatian dari lukisan ini terletak pada air terjunnya. Tidak melebar kemana-mana. Begitulah sekiranya yang ingin disampaikan si pelukis.

Menariknya lagi, lukisan Senju Waterfall ini ternyata telah menginspirasi Steve Jobs dalam menciptakan produk-produk Apple. Bahkan bisa dibilang kalau lukisan inilah yang menjadi filosofi produk Apple.

Steve Jobs pernah berkata kepada temannya, Bill Fernandez bahwa ia sangat menyukai lukisan tersebut.

“I like this, i like simple, i like clean, i like natural wood, i like this style of art, i like this aesthetic, this sensibility, and the fort”.

Steve Jobs

Kita pun dapat merasakan kecintaan Steve Jobs akan kesederhanaan dan keanggunan sepanjang hidupnya lewat produk-produk yang ia kembangkan di Apple. Begitu simple dan minimalist.

Menarik bukan?

Tinggalkan komentar