Memintas Jarak Melalui Jembatan Kayu di Jogja

  • jembatan kayu di jogja
  • jembatan kayu di jogja
  • jembatan kayu di jogja

Mungkin ini satu-satunya jembatan kayu terakhir yang ada di Jogja. Jembatan ini bernama Jembatan Sesek Mangir Kali Progo yang menghubungkan wilayah Mangir, Bantul dengan wilayah Lendah, Kulon Progo.

Dinamakan Jembatan Sesek karena Jembatan ini terbuat dari bambu yang ditata hingga membentuk sebuah Jembatan. Lebar Jembatan ini hanya 1.5 meter saja sehingga hanya cukup untuk lewat motor dan sepeda.

Kita boleh bersyukur karena berkat kemajuan infrastruktur maka satu persatu jembatan kayu di Jogja mulai digantikan oleh jembatan beton sehingga aksesibilitas menjadi semakin mudah.

Meski begitu, jembatan kayu ini tetaplah jembatan kayu. Tidak naik kelas. Padahal sumbangsihnya jelas. Ia telah berjasa memudahkan orang-orang berangkat kerja, pergi ke pasar, ke sekolah, atau wira-wiri kulakan manuk.

Bila musim kemarau tiba maka jembatan ini dirakit secara swadaya. Tarif penyeberangannya 2.000 rupiah saja sebagai pengganti ongkos lelah. Uang ini nanti dibayarkan kepada seorang bapak-bapak yang sudah menanti di ujung jembatan. Beliau lah yang merakit jembatan ini.

Bila musim penghujan tiba dan banjir datang maka jembatan kayu ini akan hanyut terbawa aliran sungai begitu saja. Orang-orang yang hendak menyeberang lalu putar arah.

Bila musim kemarau tiba, jembatan dirakit lagi. Begitu saja seterusnya.

Kalau jembatan kayu lain begitu banjir menyapu bersih maka besoknya tinggal menunggu bantuan pemerintah. Tapi kalau jembatan kayu ini disapu banjir maka besoknya bangkit lagi.

Pantas saja beton sampai minder dan enggan menyentuhnya.

Leave a Comment