Menemukan Kedai Kopi Baru di Rimbunnya Perbukitan Menoreh

“Ngopi? Kemana lagi ya?” Saya bingung karena tempat ngopi jujugan saya hanya itu-itu saja. Bosan itu sudah pasti.

Saya kok jadi kepikiran untuk explore warung-warung kopi yang ada di Jogja. Tapi warung kopi yang ada di pedesaan. Sepertinya menarik bukan?

Hal pertama yang dijadikan acuan untuk menemukan letak warung kopi yang mblusuk-mblusuk itu adalah dengan menggunakan Google Map. Beruntung sekali zaman sekarang ada Google Map karena beragam tempat menarik dapat ditemukan dengan mudah.

Dulu sebelum ada Google Map, arus informasi biasanya menyebar dari mulut ke mulut.

Supaya lebih mudah, pencarian warung kopi ini dikelompokkan berdasarkan wilayahnya. Dan wilayah yang terpilih kali ini adalah wilayah Perbukitan Menoreh.

“Lho kenapa kok pilih wilayah Perbukitan Menoreh?”

Alasannya sederhana. Perbukitan nan asri ini menyimpan jenis kopi yang enak dan berkarakter. Ditambah lagi suasananya yang enak buat ngopi.

Begitu tenang pokoknya.

Namun timbul pertanyaan lagi. “Mau ke warung kopi yang mana nih?”. Mata saya pun tertuju pada suatu titik kordinat di dalam peta yang bernama warung kopi Borobudur.

Baiklah, mari berangkat.

Perjalanan dari Kota Jogja hingga sampai ke warung kopi Borobudur ini memakan waktu selama 1 jam. Dengan menggunakan sepeda motor.

Medan jalan untuk menuju ke warung kopi Borobudur ini terasa sempit dan curam. Di Google Map ada yang menyarankan sebaiknya menggunakan motor saja. Dan memang betul demikian.

Jujur saya masih asing dengan rutenya. Saya dan teman-teman hanya mengandalkan arahan dari Google Map saja. Yang kalau sinyalnya hilang maka solusi terakhir adalah bertanya pada warga sekitar.

Letak warung kopi ini ternyata nyempil di antara rumah-rumah warga. Kalau tidak bertanya warga sekitar maka sudah pasti kami tidak akan menemukannya.

Usaha kami untuk datang ke tempat ini pun tak sia-sia.

Kopi vietnam drip yang kami pesan rasanya enak. Apalagi disesap sambil memandang hamparan luas pepohonan.

Pemandangan yang disajikan oleh warung kopi ini menghadap ke arah matahari terbit. Jadi kalau ingin menikmati sunrise sambil ngopi maka warung kopi ini juga memfasilitasi kok. Asal janjian dulu sebelumnya ya.

Lagian si empunya warung kopi yaitu Pak Ismoyo bersama Istrinya yaitu Bu Winarni juga sangat ramah sekali. Saking ramahnya membuat kami kerasan di sini.

Kami tak hanya duduk ngopi saja, tapi juga berkeliling di sekitar area warung kopi. Mulai dari kebun kopinya, tempat pembibitan, tempat penggilingan, tempat pengeringan, semua ada di sini. Pengunjung pun bebas melihat-lihat.

Jadi selain menyegarkan pikiran juga menambah wawasan tentang dunia perkopian.

Semoga suatu saat nanti bisa sowan ke warung kopi Borobudur lagi ya. Terima kasih Pak Ismoyo, Bu Winarni, beserta warga setempat atas segala keramahannya.

Tinggalkan komentar