Mie Ongklok Kaki Lima Wonosobo

Hari sudah mulai petang. Matahari sudah kembali ke peraduannya. Hawa dingin Kota Wonosobo semakin menusuk tubuh kami. Kami harus segera menemukan warung makan untuk mengisi perut yang mulai lapar.

Bila saya dan istri sedang berada di Kota Wonosobo maka kuliner favorit kami adalah mie ongklok. Itu pasti. Namun sayangnya ketika kami melewati warung mie ongklok Longkrang, warungnya sudah tutup. Saking larisnya mungkin.

Alternatif lain kami mencari penjual mie ongklok kaki lima yang biasanya mangkal di sekitar Alun-Alun Kota Wonosobo.

Pencarian pun akhirnya membuahkan hasil. Kami menjumpai masih ada penjaja mie ongklok kaki lima yang masih jualan.

Segera kami memesan mie ongklok. Nggak pedas. Soalnya lagi jalan jauh.

Pesanan pun datang. Dan kami langsung kaget. Ternyata satu porsi itu sudah termasuk sate ayamnya. Dan kami makin kaget lagi setelah mengetahui harganya cuman Rp15.000 per porsi. Sudah termasuk satenya pula.

Ya jelas sangat murah kalau ini mah. Harganya beda jauh dengan beberapa warung mie ongklok yang sudah terkenal. Rasa mie dan satenya juga nggak kalah enak kok.

Si bapak penjual mie ongkloknya koplak. Banyak ngelawaknya. Tapi orangnya ramah dan baik hati. Beliau mengaku kalau pembelinya sedang menempuh perjalanan jauh maka ia akan menambahkan porsinya. Soalnya biasanya mereka kelaparan, haha.

Bersyukur sekali dalam setiap perjalanan selalu dipertemukan dengan orang-orang baik. Semoga orang-orang seperti mereka ini selalu diberi kekuatan dan kesehatan di masa pandemi ini. Sukses selalu ya pak.

Kalau ingin mencoba mie ongklok kaki lima ini silahkan datang saja. Warungnya berada di pintu masuk Samsat Wonosobo. Di samping Alun-Alun persis.

Tinggalkan komentar