Nglelet Kopi di Pesisir Pantura

  • nglelet kopi
  • nglelet kopi
  • nglelet kopi

Ada sebuah tradisi unik yang dapat dijumpai di warung-warung kopi di Kecamatan Lasem. Tradisi itu bernama “Nglelet Kopi”.

Sebenarnya di Kabupaten Tulungagung juga ada tradisi serupa dengan nama “nyethe”.

Kedua tradisi tersebut sebenarnya sama. Yaitu sama-sama melukis pada batang rokok dengan menggunakan ampas kopi.

Tradisi nglelet ini berawal dari kebiasaan orang-orang di Lasem ketika nongkrong di warung kopi. Mereka ngopi sembari ngobrol ngalor ngidul. Ketika kopinya sudah tandas tapi obrolan masih berlanjut maka mereka kemudian sibuk meleleti batang rokok yang akan mereka hisap dengan ampas kopi yang tersisa.

Mereka mengaku kalau rokoknya dileleti kopi maka aroma kopinya akan terasa ketika dihisap. Selain itu habisnya juga akan lebih lama.

Salah satu warung kopi di Lasem yang pengunjungnya masih gemar nglelet kopi adalah Warung Jinghay. Warung ini terletak di Gang Karangturi, Lasem.

Baca juga: Kedai Kopi Mukidi di Kaki Gunung Sumbing

Kopi yang digunakan untuk nglelet ini bukan sembarang kopi. Lasem memang terkenal akan kopi robustanya yang pekat. Bubuk kopinya juga halus karena digiling 4-6 kali. Nah jenis kopi seperti inilah yang digunakan.

Ampas kopi yang mengendap di dasar cangkir kemudian dituang ke lepek atau tatakan cangkir. Kemudian disaring dengan tisu. Sebelum digunakan untuk nglelet, ampas kopi dicampur dengan susu kental berwarna cokelat. Susu kental ini fungsinya untuk merekatkan ampas kopi pada rokok.

Sensasi nglelet rokok ini dapat dicoba tanpa harus menyulut rokoknya. Tidak ada salahnya untuk mencoba meluapkan imajinasi lewat karya lukis sederhana di media yang tak biasa ini. Bila sedang berkunjung ke Lasem, silahkan mencoba.

Leave a Comment