Penjaja Telur Rebus di Tepi Kawah

Kabut seakan menjadi komposisi yang tak terpisahkan dari landscape pemandangan di Dieng.

Kunjungan kali ini saya sungguh beruntung karena Dieng sedang diselimuti kabut. Bahkan sedang pekat-pekatnya. Wisatawan yang datang pun juga sedikit sehingga menambah kesan syahdu.

Destinasi wisata yang saya tuju kali ini juga tidak banyak. Hanya Kawah Sikidang saja. Ditemani oleh hujan yang turun rintik-rintik, saya memantapkan kaki untuk mendekat ke area kawah.

Tidak ada satupun wisatawan yang berada di area kawah. Hanya ada seorang penjaja telur rebus yang nampaknya sedang mengecek kail yang digunakan untuk mencelupkan telur ke atas permukaan kawah.

Ia hanya sendirian saja. Tidak ada pedagang lain.

Pekerjaan semacam ini sangat beresiko. Pijakan kaki di bibir kawah senantiasa menghantui keselamatannya. Pun asap belerang yang pekat juga tidak baik untuk kesehatannya.

Namun ia tetap setia menunggu pembeli. Meski harus berjualan seorang diri. Tanpa rekan sesamanya pedagang yang bisa ia ajak berbagi.

Boleh jadi pekerjaan ini adalah kenikmatannya. Atau mungkin penghayatan tertingginya dalam menuai rezeki dari-Nya.

Leave a Comment