Jangan Berasumsi – Masa Sih?

“Jangan berasumsi”. Sebuah kalimat larangan yang (uniknya) sering dilesatkan dalam berbagai konten. Dan membuat orang-orang seakan antipati.

Kalimat yang… Menurut saya sangat paradoks sekali karena sebagian besar aspek dalam kehidupan kita justru ngga lepas dari yang namanya asumsi.

Saya akan mengutip arti kata asumsi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

asumsi/asum·si/n1 dugaan yang diterima sebagai dasar; 2 landasan berpikir karena dianggap benar;

Menurut KBBI, asumsi adalah dugaan yang diterima sebagai dasar dan dianggap benar.

Saya mau tanya, apakah hidup kita dapat terlepas dari dugaan sebagai dasarnya?

Saya akan menyajikan contoh-contoh sederhana dari implementasi asumsi berikut ini:

  • Kamu berasumsi kalau kuliah bikin sukses, akhirnya kamu memilih kuliah. (Padahal kuliah belum tentu sukses)
  • Karena ingin untung maka kamu berasumsi kalau membuka usaha sendiri akan untung. (Padahal usaha sendiri belum tentu untung)
  • Karena wabah covid19 maka kamu berasumsi kalau menimbun makanan akan membuatmu aman. (Padahal ngga juga)

See? Itulah asumsi dalam kehidupan sehari-hari.

Ada pula statement yang menyatakan bahwa kita harus mengacu pada data, bukannya menduga-duga.

Tapi realitanya, data tidak selalu ada ketika kita hendak mengambil keputusan.

Mari kembali kepada 3 contoh sebelumnya.

  • Apakah ada data yang menunjukkan kalau kamu akan sukses jika kuliah? Ngga ada.
  • Apakah ada data yang menunjukkan kalau kamu bikin usaha sendiri maka pasti untung? Ngga juga.
  • Apakah menimbun makanan akan membuatmu aman dari covid19? Belum tentu.

Mengambil keputusan berdasarkan data pun juga termasuk asumsi. Yaitu berasumsi kalau data tersebut lengkap dan benar. Padahal, lagi-lagi belum tentu juga.

Dan bahkan dalam beberapa kasus, asumsi justru dibutuhkan sebagai landasan untuk mendapatkan data itu sendiri.

  • Setelah kuliah, kamu akhirnya memiliki data yang berguna sebagai parameter-parameter untuk mendukung kesuksesanmu. (Padahal awalnya cuman asumsi)
  • Setelah bikin usaha sendiri, kamu memiliki data yang berguna untuk scale up usaha kamu. (bermula dari asumsi)
  • Setelah menimbun makanan, maka kamu jadi ngga jajan di luar. (itu juga data yang dihasilkan dari asumsi)

Pada akhirnya, yang jadi persoalan adalah gimana kamu mengimplementasikan asumsi tersebut. Untuk tujuan konstruktif atau destruktif?

Jangan semuanya dipukul rata.