Sayonara Si Mungil GoPro Hero 4

Sayonara Si Mungil GoPro Hero 4!

Setelah sekian lama bersama akhirnya saya harus melepas camera mungil nan canggih itu pergi. Dengan cara menjualnya. Dan laku kurang dari 3 jam. Sungguh suatu perpisahan yang sangat cepat.

Tidak ada yang kurang sih dari performanya. Lebih dari cukup malah. Meski rilisnya sejak Oktober 2014 silam namun nyatanya masih sanggup untuk melintasi zaman.

Sad? Memang. Nyesel? Ngga juga. Saya belajar dari prinsipnya Miyamoto Musashi, seorang Samurai legendaris. Ia pernah berkata:

“Do not hold on to possessions you no longer need.”

Entah dia pernah bilang seperti itu atau tidak. Tapi intinya prinsip itu bagus. Jangan berpegang pada harta benda yang tidak lagi kita butuhkan.

Kalau kita susah melepas sebuah barang padahal sudah tidak dibutuhkan lagi maka itu namanya cinta buta. Cinta kebendaan. Ngga boleh itu. Dalam ajaran agama pun juga dilarang.

Anda juga dapat membaca artikel berikut ini: Cinta Kebendaan

Makanya, untuk melepas barang-barang itu tadi dibutuhkan tekad yang besar. Yakin lah bahwa keputusan tersebut juga untuk kebaikan kita sendiri kok.

Maksudnya, dengan begitu kita menjadi tidak terikat kepada barang. Dan hanya menilai barang berdasarkan fungsinya saja. Tidak lebih. F for Function.

Ini saya nulis begini sebagai self reminder juga. Dan penguat hati karena baru saja melepas si GoPro.

Ngomong-ngomong soal GoPro tadi, begitu banyak perjalanan yang kami lalui bersama (saya dan si GoPro). Mulai dari zaman masih seneng touring motoran (karena jomblo), sampai menikah.

Tapi makin ke sini kok saya jadi mikir. Si GoPro jadi sering nganggurnya. Unfaedah pokoknya. Tidak ada konten berkualitas yang bisa ditorehkan selama ini. Maka saya menyimpulkan bahwa barang tersebut memang tidak cocok berada di dalam system saya. Lambat laun memang harus pergi.

Namun daripada lambat laun (keburu harganya semakin jatuh atau malah rusak) maka disegerakan (dijual) saja. Dan laku kemarin pada tanggal 15 Februari 2021.

Harga jualnya masih lumayan ternyata. Laku Rp 1.150.000,-. Itupun kata teman saya murah sekali. Rata-rata masih sekitar 1.5 jutaan. Jangan tanya harga belinya berapa. Sedih mah kalau diceritain.

Well. Doa saya semoga si GoPro ini jatuh di tangan yang tepat. Dan mampu menunjukkan potensi yang sesungguhnya lewat konten-konten yang berkualitas dan mencerdaskan anak Bangsa.

Sekali lagi, sayonara dan terima kasih.

Tinggalkan komentar